Selasa, 04 November 2014

QURBAN DAN AQIQAH



1.    Pengertian Qurban
Qurban     adalah   menyembelih       hewan     dengan    niat   beribadah     untuk  mendekatkan diri kepada Allah Swt. dengan syarat-syarat dan waktu tertentu. Hukum Qurban adalah sunnah muakadah.Waktu dan Tempat Menyembelih Qurban yaitu sejak selesai shalat Idul Adha (10 Dzulhijjah) sampai terbenam matahari tanggal 13 Dhulhijjah.
2. Ketentuan Hewan Qurban yang dijadikan qurban adalah hewan ternak.
·         Domba sekurang-kurangnya berumur satu tahun atau telah tanggal giginya.
·         Unta sekurang-kurangnya berumur lima tahun
·         Sapi atau kerbau sekurang-kurangnya berumur dua tahun.
·         Daging   qurban   sebaiknya   dibagikan   kepada   fakir   miskin   masih   mentahan, dengan ketentuan sebagai berikut:
1)      1/3 untuk yang berqurban dan keluarganya
2)      1/3 untuk fakir miskin
3)      1/3 untuk hadiah kepada masyarakat sekita atau disimpan agar sewaktu- waktu bisa dimanfaatkan

1. Pengertian Aqiqah
Aqiqah adalah binatang yang disembelih pada saat hari ketujuh atau kelipatan tujuh dari kelahiran bayi disertai mencukur rambut dan memberi nama pada anak yang baru dilahirkan. Hukum Aqiqah sunah bagi orang tua atau orang yang mempunyai kewajiban menanggung hidup si anak.

2.    Jenis dan Syarat Hewan Aqiqah
 Aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor dan untuk anak perempuan seekor. Adapun binatang yang dipotong untuk aqiqah, syarat-syaratnya sama seperti binatang yang dipotong untuk qurban. Kalau pada daging qurban disunahkan menyedekahkan sebelum dimasak, sedangkan       daging aqiqah sesudah dimasak.
3.    Waktu Menyembelih Aqiqah
Penyembelihan aqiqah dilakukan pada hari ketujuh dari kelahiran anak. Jika hari ketujuh telah berlalu, maka hendaklah menyembelih pada hari keempat belas. Jika hari keempat belas telah berlalu, maka hendaklah pada hari kedua puluh satu.

HAJI DAN UMROH



1.    Pengertian Haji
Haji   adalah  menyengaja     mengunjungi    Ka’bah   untuk   mengerjakan    ibadah yang melipu thawaf, sa’i, wuquf dan ibadah-ibadah lainnya untuk memenuhi perintah Allah Swt. dan mengharap keridlaan-Nya dalam waktu yang telah ditentukan. Hukumnya wajib ’ain, sekali seumur hidup bagi        setiap muslim yang telah mukallaf  dan mampu melaksanakannya.
 2. Syarat-syarat Wajib Haji
a.       Beragama Islam, dak wajib dan dak sah bagi orang kafir.
b.      Berakal, tidak wajib haji bagi orang gila dan orang bodoh
c.       Baligh, tidak wajib haji bagi anak-anak.,
d.      Merdeka,  tidak wajib   haji  bagi  budak  atau  hamba   sahaya,   kalau  budak mengerjakannya, hajinya sah, apabila telah merdeka wajib melaksanakannya kembali.
e.       Kuasa atau mampu,tidak wajib bagi orang yang tidak mampu. Baik mampu harta, kesehatan, maupun aman dalam perjalanan.
3. Rukun Haji
a.       Ihram, yaitu  berniat memulai mengerjakan ibadah haji ataupun umrah.
b.      Wuquf   di  padang   Arafah ,  yaitu  hadir  mulai  tergelincir  matahari  (waktu Dzuhur)tanggal 9 Zulhijjah sampai terbit fajar tanggal 10 Zulhijjah.
c.       Thawaf,thawaf rukun ini disebut thawaf ifadhah. Yaitu, mengelilingi Ka’bah tujuh kali putaran,   dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad,
d.      Sa’i, yaitu berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah.
e.       Tahalul,  yaitu  mencukur     atau   menggunung       rambut,    sekurang-kurangnya menggunng ga helai rambut.
f.       Tertib,   yaitu   mendahulukan     yang   semesnya   dahulu   dari   rukun-   rukun   di atas
4. Wajib Haji
a.   Berihram sesuai miqatnya,
b.   Bermalam di Muzdalifah,
c.   Bermalam (mabit) di Mina,
d.   Melontar jumrah Aqabah,
e.   Melontar jumrah     Ula, wustha dan Aqabah,
f.   Menjauhkan diri dari muharramat Ihram,
g.   Tawaf wada’.

5. Macam-macam Manasik Haji
a.       Haji Ifrad
Mengerjakan   haji   dan   umrah   dengan   cara  ifrad   adalah   mengerjakan   haji dan umrah dengan cara mendahulukan haji daripada umrah dan keduanya dilaksanakan secara terpisah.
b.      Haji Tamatu’
Mengerjakan haji dengan cara tamau’ adalah mengerjakan haji dan umrah dengan     mendahulukan      umrah    daripada   haji,  dan  umrah    dilakukan   pada musim haji.
c.       Haji Qiran
Mengerjakan   ibadah   haji   dengan   cara  qiran   adalah   mengerjakan   haji   dan umrah sekaligus. Jadi amalannya satu, tetapi dengan dua niat yaitu haji dan umrah. Dengan demikian urutan pelaksanaan  haji qiran pada dasarnya tidak berbeda dengan haji ifrad.

ZAKAT DAN HIKMAHNYA

Zakat adalah sesuatu yang hukumnya wajib diberikan dari sekumpulan harta benda   tertentu,   menurut   sifat   dan   ukuran   tertentu   kepada   golongan   tertentu yang berhak menerimanya. Hukum mengeluarkan zakat adalah fardhu ‘ain.
  Macam-Macam Zakat
  1.  Zakat Fitrah, zakat yang wajib dikeluarkan oleh seap muslim setahun sekali berupa makanan pokok sesuai kadar yang telah ditentukan oleh syara’ untuk memberi makan kepada orang-orang miskin serta sebagai rasa syukur kepada Allah atas selesainya menunaikan kewajiban puasa agar kebutuhan mereka  tercukupi pada hari raya.
 Adapun syarat-syarat wajib zakat fitrah terdiri atas:
a.       Islam.
b.      Lahir  sebelum    terbenam     matahari    pada    hari  penghabisan     bulan   Ramadhan.
c.       Memiliki kelebihan harta dan keperluan makanan untuk dirinya sendiri dan untuk yang wajib dinaahinya baik manusia ataupun binatang pada malam hari raya dan siang harinya.
Hukum membayar Zakat Fitrah adalah wajib bagi seap muslim yang memiliki sisa   bahan   makanan   sebanyak   satu   sha’   (sekitar   2,5   kg)   untuk   dirinya   dan keluarganya selama sehari semalam keka hari raya.
2.  Zakat     Mal,   ialah    segala   sesuatu    yang    dimiliki  (dikuasai)   dan    dapat  dipergunakan. Jadi zakat Maal juga disebut zakat harta yaitu kewajiban umat Islam yang memiliki harta benda tertentu untuk diberikan kepada yang berhak sesuai dengan ketentuan nisab (ukuran banyaknya) dan dalam jangka waktu tertentu. Adapun      tujuan daripada zakat maal adalah untuk membersihkan dan   menyucikan   harta   benda   mereka   dari   hak-hak   kaum   miskin   di   antara umat Islam.

     Syarat-Syarat Harta Yang Wajib Dikeluarkan Zakatnya
     1)   Harta tersebut harus didapat dengan cara yang baik dan halal.
     2)  Harta tersebut berkembang dan berpotensi untuk dikembangkan, misal melalui kegiatan usaha perdagangan dan lain-lain.
     3)  Milik penuh, harta tersebut di bawah kontrol kekuasaan pemiliknya, dan dak tersangkut dengan hak orang lain.
     4)  Mencapai   nisab,   mencapai   jumlah   minimal   yang   menyebabkan   harta terkena kewajiban zakat.
     5)   Sudah mencapai 1 tahun kepemilikan.
Yang   berhak   menerima     zakat   ada   8   golongan   atau   kelompok,   yaitu fakir, miskin, amil, muallaf, budak, gharim, sabilillah, ibnu sabil. Dalam rangka meningkatkan kualitas umat islam Indonesia, pemerintah telah membuat peraturan perundang-undangan tentang pengelolaan zakat, yaitu undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Undang-undang ini merupakan penggan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999.

MATERI FIQIH ''KONSEP FIKIH DAN IBADAH DALAM ISLAM''



1. Menurut bahasa Syariah artinya jalan menuju tempat keluarnya air minum atau   jalan   lurus   yang   harus   diiku.   Menurut   islah   syariah   artinya   hukum- hukum dan tata aturan Allah yang ditetapkan bagi hamba-Nya untuk diikuti.
2.   Tujuan syariah Islam adalah:
     a.   Untuk memelihara agama (if Al-din)
Maksudnya adalah kewajiban menjaga dan memelihara tegaknya agama dimuka bumi.
     b.   Memelihara jiwa (if al-Nafs)
          Yaitu kewajiban menjaga dan memelihara jiwa manusia.
     c.   Memelihara akal (if Al-Aql)
          Yaitu kewajiban menjaga dan memelihara akal karena akal merupakan anugerah      Allah      yang   sangat   prinsip  karena  tidak      diberikan   kepada makhluk selain manusia.
     d.   Memelihara keturunan (if Al-Nasl)
          Yaitu kewajiban menjaga dan memelihara keturunan yang baik karena
         dengan     memelihara      keturunan,    agama    akan   berfungsi,   dunia akan terjaga, bumi akan termakmurkan.
     e.   Memelihara harta (if Al-Ml)
          Yaitu   kewajiban   menjaga   dan   memelihara   harta   benda   dalaM rangka  sebagai sarana untuk beribadah kepadanya.
3.   Fikih merupakan bagian dari syari’ah Islamiyah, yaitu pengetahuan tentang   hukum syari’ah   Islamiyah   yang   berkaitan   dengan   perbuatan   manusia telah   dewasa    dan   berakal   sehat   (mukallaf)   dan   diambil   dari  dalil  yang terperinci.
4.   Ibadah adalah segala amal atau perbuatan yang dicintai dan diridhai Allah
    baik berupa perkataan, perbuatan atau ngkah laku.
                                                                                                                                

PORTOFOLIO RANGKUMAN TUGAS PEMBATIK LEVEL 4 TAHUN 2023

Tidak terasa perjalanan yang luar biasa hingga sampai pada titik ini. Langkah demi langkah, menyelesaikan tugas demi tugas yang tentunya ber...