Tampilkan postingan dengan label Qur'an Hadis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Qur'an Hadis. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Oktober 2016

Al Syamsiah dan Al Qamariyah



1. Al Syamsiyah                
Al Syamsiyah disebut juga Idgham Syamsiyah. Dikatakan Idgham Syamsiyah karena suara Alif lam di idghamkan ke dalam huruf Syamsiyah yang ada dihadapannya, sehingga suara alif lam menjadi lebur karena dimasukkan dengan huruf Syamsiyah tersebut. Adapun huruf syamsiyah jumlahnya ada empat belas, yaitu :
ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن

2. Al Qamariyah
Al qamariyah disebut juga Izhar QomariyahAl Qamariyah harus dibaca jelas dan terang. AlifLam yang dirangkaikan dengan salah satu huruf Qamariyah maka Alif Lam harus dibaca jelas. Adapun huruf Qamariyah jumlahnya ada empat belas, yaitu :
ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و غ ه ء ي ا


            Perbedaan Al – Syamsiyah dan Al Qamariyah
1.      Al Syamsiyah (Idgham Syamsiyah)
Penulisan Al Syamsiyah menggunakan tanda tasydid () pada huruf Syamsiyah yang berada di depan Alif Lam.
Contoh: 

اَلذِّكْرُ , اَلتَّكَاثُرُ , اَلثُّلُثُ


2.      Al Qamariyah (Izhar Qomariyah)
Penulisan Al Qamariyah memakai tanda sukun (0) pada huruf lam
Contoh:
اَلْاَحَد , اَلْحَمْدُ , اَلقَارِعَةَ

Senin, 23 Februari 2015

KOMPETISI DALAM KEBAIKAN (SURAT AL BAQARAH AYAT 148)



Baik dan buruk adalah sifat yang berlawaan dan tidak pernah akan bertemu, membiasakan berbuat baik sekalipun hanya kecil ternyata tidak mudah. Sebaliknya perbuatan yang jauh dari tuntunan dan syar`i ternyata tanpa diajarkan meluncur dengan cepat bagaikan salju yang runtuh dalam waktu sekejab.
Berkompetisi dalam berbuat baik harus secara menyeluruh dan mengikut sertakan semua pihak. Sekolah, orangtua, masyarakat, dunia penerbitan dan komunikasi terlebih dunia hiburan yang banyak muncul dilingkungan keluarga melalui media elektronik harus ikut pula menunjang agar setiap manusia terpanggil untuk senantiasa melakukan kebaikan.
Berfastabiqul khoirot hendaknya menjadi motivasi dan motto setiap manusia, sehingga dari setiap pribadi manusia akan muncul aktivitas yang bermuara kebaikan dan diharapkan akan tercipta masyarakat yang mempunyai pola hidup berbuat baik.
Surat Al Baqarah ayat 148


Artinya  : Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.( Q.S Al-Baqarah : 148 )

ARTI KATA KATA :


ISI KANDUNGAN SURAT AL BAQARAH 148
Tiap tiap umat ada kiblatnya masing masing yang dijadikan arah untuk ibadah pada zamanya. Umat Islam menghadapkan wajahnya dalam beribadah menuju ke arah Masjidil Haram yang di dalamnya ada bangunan Kakbah. Umat nabi Ibrahim dan Ismail juga menghadap ke arah Kakbah sedangkan umat Bani Izrail dan umat Nasrani menghadap ke arah Baitul Maqdis. Allah swt memberikan ketentuan bagi setiap umat manusia dalam beribadah kepadaNya dengan menunjukkan rah kiblat yang sudah di tentukan. Manusia yang taat dan patuh terhadap apa yang diperintahkan Allah tentu akan melaksanakan dengan penuh taqwa,  sedangkan orang yang ingkar akan mencari dan membuat arah kiblat sendiri sesuai dengan keinginanya.
Allah swt akan dapat menilai dan melihat hamba hambanya yang patuh dan taat, dapat pula melihat hambanya yang melanggar serta meninggalkan perintahnya. Manusia yang senantiasa berbuat baik dan taat pastilah Allah akan membalasanya dengan pahala berupa Syurga, Sedangkan manusia yang lalai dan meninggalkan perintah Allah maka tempatnya adalah di Neraka yang apinya senantiasa menyala nyala.
Hari kiamat sebagi hari pembalasan akan menjadi suatu masa bahwa setiap perbuatan manusia akan diminta pertanggungjawabanya. Perbuatan baik sekecil appun pasti akan mendapat balasanya demikian juga perbuatan buruk atau jahat sekecil apapun juga akan mendapat balasan yang sangat adil dan setimpal. Tak ada satupun manusia di hari kiamat yang akan dapat meloloskan diri dari pengadilan Allah swt. Kehidupan di akhirat hakekatnya adalah kehidupan hakiki dan merupakan kehidupan yang sebenarnya,oleh karena itu kehidupan yang sebentar di dunia ini hendaklah benar benar digunakan dengan sebaik baiknya untuk di isi dengan amal perbuatan yang baik. Kebahagiaan manusia di akhirat sesungguhnya ditentukan oleh kebahagiaan di dunia ini dengan satu syarat senantiasa melakukan dan melaksanakan syariat Allah dengan sebaik baiknya.
Sebuah amal dikatakan hasan jika di niati ikhlas karena Allah, pengertian dari berlomba-lomba dalam kebaikan disini adalah berlomba dalam mencari kebaikan yang diridhai oleh Allah. Sebagai manusia ciptaan Allah sudah sepantasnya kita untuk berlomba dalam mencari karuniaNya, dan untuk mencari karuniaNya salah satunya adalah dengan berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya guna untuk bekal di hari akhir nanti.
Berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan berarti menaati dan patuh untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya dengan semangat yang tinggi. Allah akan membalas orang yang beriman, berbuat baik dan suka menolong dengan surga dan berada didalamnya kekal selama-lamanya.
Perintah tentang lomba ini ada dalam surat Al-Baqarah ayat 148. Ayat ini dimulai dengan cara yang dahsyat: Semua umat memiliki tempat menghadapnya (kiblat) sendiri-sendiri. Sebagian ulama menafsirkan “tempat menghadap” ini sebagai “keunggulan”. Jadi jika diterjemahkan mungkin berbunyi: Setiap umat memiliki keunggulannya masing-masing… Lalu ayat ini meneruskan pernyataan itu dengan sebuah perintah sekaligus ajakan: Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan! Menjelang akhir ayat, Allah memberi semacam peringatan sekaligus peraturan: Dari manapun kalian berasal, pada akhirnya Allah akan mengumpulkan kalian semua (di hari akhir, untuk mendapatkan penghargaan atau hukuman).

Ada beberapa alasan mengapa kita diperintahkan untuk berkompetisi dalam kebaikan, antara lain sebagai berikut:
Pertama, bahwa melakukan kebaikan tidak seharusnya ditunda-tunda, melainkan harus segera dikerjakan. Sebab kesempatan hidup sangat terbatas, begitu juga kesempatan berbuat baik belum tentu setiap saat kita dapatkan. Kematian bisa datang secara tiba-tiba tanpa diketahui sebabnya. Oleh karena itu, begitu ada kesempatan untuk berbuat baik, janganlah kita tunda-tunda lagi, tetapi harus segera kita kerjakan.
Kedua, bahwa hendaknya saling memotivasi dan saling tolong-menolang untuk berbuat baik, di sinilah perlunya kolaborasi atau kerja sama. Tanda-tanda lingkungan yang baik adalah lingkungan yang membuat kita terdorong untuk berbuat baik. Tidak sedikit seorang yang tadinya baik menjadi rusak karena lingkungan. Lingkungan yang saling mendukung kebaikan akan tercipta kebiasaan berbuat baik secara istiqamah (konsisten).
Ketiga, bahwa kesigapan melakukan kebaikan haruslah didukung dengan kesungguhan. Allah Swt.

Surat Al Baqarah ( khusus )  ayat 148
·        Setiap manusia supaya menggunakan akal dan kemampuan untuk berfastabaqul khairat
·        Umat islam tidak boleh malas dalam beraamal ( baik untuk diri sendiri / orang lain )
·        Setiap orang kelak akan dikumpulkan dan akan dihisab maka harus berhati – hati setiap melakukan sesuatu
·        Setiap umat mempunyai kiblat sendiri sendiri ( umat islam kiblatnya Ka’bah ,umat Yahudi kiblatnya Baitul Muqadas , umat Nasrani kiblatnya Mathlaul Syamsi ) .
·        Kiblat artinya syareat , agama , aturan , arah / tujuan , tetapi yang dimaksud disini adalah  mencari ridlo Allah “.

Perilaku yang mencerminkan surat Al Baqarah 148  :
1.      Bersikap jujur
2.      mencintai kebaikan
3.      menyadari bahwa hanya amal baik yang akan menjadi bekal kehidupan akherat
4.      tetap berpegang teguh terhadap  keyakinan dalam beragama islam
5.      berhati hati setiap melakukan sesuatu pekerjaan ( karena setiap pekerjaan akan dimintai
6.      pertanggung jawaban  )
7.      setiap melakukan sesuatu hendaknya mempunyai arah tujuan yang jelas ( yaitu mencari ridlo Allah)

Kandungan QS. Al Kaafiruun: 1-6 Tentang Toleransi Dan Etika Pergaulan



Toleransi Dan Etika Pergaulan


1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,
2. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
3. dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
4. dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
6. untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."

Surat Al Kaafiruun terdiri atas 6 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Maa'uun. Dinamai Al Kaafiruun (orang-orang kafir), diambil dari perkataan Al Kaafiruun yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
POKOK-POKOK ISINYA:
Pernyataan Tuhan yang disembah Nabi Muhammad s.a.w. dan pengikut-pengikutny a bukanlah apa yang disembah oleh orang-orang kafir, dan Nabi Muhammad s.a.w. tidak akan menyembah apa yang disembah oleh orang-orang kafir.

SEBAB TURUNNYA SURAH INI (ASBABUN NUZUL)
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum Quraisy berusaha mempengaruhi Nabi saw. dengan menawarkan kekayaan agar beliau menjadi seorang yang paling kaya di kota Makkah, dan akan dikawinkan dengan yang beliau kehendaki. Usaha ini disampaikan dengan berkata: "Inilah yang kami sediakan bagimu hai Muhammad, dengan syarat agar engkau jangan memaki-maki tuhan kami dan menjelekkannya, atau sembahlah tuhan-tuhan kami selama setahun." Nabi saw menjawab: "Aku akan menunggu wahyu dari Tuhanku." Ayat ini (S.109:1-6) turun berkenaan dengan peristiwa itu sebagai perintah untuk menolak tawaran kaum kafir. Dan turun pula Surat Az Zumar ayat 64 sebagai perintah untuk menolak ajakan orang-orang bodoh yang menyembah berhala. (Diriwayatkan oleh at-Thabarani dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum kafir Quraisy berkata kepada Nabi saw.: "Sekiranya engkau tidak keberatan mengikuti kami (menyembah berhala) selama setahun, kami akan mengikuti agamamu selama setahun pula." Maka turunlah Surat Al Kafirun (S.109:1-6).(Diriwayatkan oleh Abdurrazaq yang bersumber dari Wahb dan Ibnul Mundzir yang bersumber dari Juraij.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa al-Walid bin al-Mughirah, al-'Ashi bin Wa-il, al-Aswad bin Muthalib dan Umayyah bin Khalaf bertemu dengan Rasulullah saw dan berkata: "Hai Muhammad! Mari kita bersama menyembah apa yang kami sembah dan kami akan menyembah apa yang engkau sembah dan kita bersekutu dalam segala hal dan engkaulah pemimpin kami." Maka Allah menurunkan ayat ini (S.109:1-6) (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa'id bin Mina.)

4 POIN KANDUNGAN SURAH AL KAFIRUUN
1.      Penegasan bahwa Tuhan yang disembah oleh Nabi Muhammad SAW. dan umat Islam berbeda dengan Tuhan yang disembah orang – orang kafir.
2.      Cara peribadahan Nabi Muhammad SAW. dan umat Islam berdasarkan keikhlasan, ketulusan hati dan bersih dari perilaku syirik terhadapa Allah SWT sedangkan peribadahan orang kafir penuh kesyirikan terhadap Allah SWT.
3.      Penolakan NAbi Muhammad dan umat Islam terhadap kaum kafir untuk mencampuradukkan keimanan dan peribadahan yang diajarkan agama Islam dengan agama kaum kafir.
4.      Anjuran untuk saling bertoleransi dan menghormati dalam memeluk suatu keyakinan atau akidah.

PERILAKU YANG MENCERMINKAN KANDUNGAN AYAT SURAH AL KAFIRUN
1.      Menolak ajakan kaum musyrikin dengan tegas dan bijaksana untuk tukar-menukar pengalaman dalam keimanan dan peribadatan.
2.      Setiap Muslim bertekad dan berusaha secara sungguh-sunguh agar selama hidup di alam dunia ini senantiasa meyakini kebenaran agama Islam yang dianutnya dan mengamalkan seluruh ajarannya dengan bertakwa kepada Allah
3.      Antara umat Islam dengan umat lain (non-Islam) tidak ada kompromi (toleransi) dalam hal keimanan (akidah).
4.      Tidak mau menerima bujuk rayu dari orang lain yang bermaksud mengajak kita keluar dari agama Islam.
5.      Menganggap orang lain sebagai saudara, meskipun berbeda agama dan keyakinan, sehingga tercipta kerukunan dan kedamaian.
6.      Selalu bersikap hormat dan menghargai orang lain yang berbeda keyakinan dan agamanya, sehingga tercipta kebersamaan dalam perbedaan.
7.      Selalu menghindari sikap permusuhan dan kebencian kepada orang lain yang berbeda agama. Sebab islam adalah agama damai yang menganjurkan umatnya bersikap perilaku kasih sayang.

CONTOH TOLERANSI DALAM KEHIDUPAN SEKOLAH
1.      Mematuhi tata tertib sekolah
2.      Menghargai perbedaan pendapat sesama pelajar.
3.      Saling menghormati sesama pelajar.
4.      Berkata yang sopan atau menyinggung perasaan orang lain.
5.      Tidak saling mengejek dan mencela

DALAM KEHIDUPAN DI MASYARAKAT
1.      Adanya sikap saling menghormati dan menghargai antara pemeluk agama.
2.      Tidak membeda-bedakan suku, ras atau golongan.
3.      Menghormati keyakinan orang lain yang berbeda dengan keyakinan kita.
4.      Tidak boleh memaksakan kehendak agar orang lain mengikuti keyakinan kita, karena Islam melarang yang demikian ini.
5.      Tidak saling mengejek dan mencela penganut agama lain
6.      Dalam berinteraksi dengan orang yang berbeda kayakinan, kita member kebebasan kepada mereka, tetapi harus tegas dan membatasi diri untuk tidak mencampuradukan akidah dan peribadatan.
7.      Sabar terhada sikap orang-orang yang mengingkari agama Islam, tetapi tegas terhadap orang-orang yang menghina Islam.

DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
1.      Menciptakan persatuan dan kesatuan, rasa kebangsaan atau nasionalisme.
2.      Mengakui dan menghargai hak asasi manusia

MANFAAT ADANYA TOLERANSI DAN ETIKA PERGAULAN
1.     Tercipta kehidupan masyarakat yang aman dan tentram.
2.      Tercipta kerukunan dan kedamaian di lingkungan masyarakat.
3.      Menumbuhkan rasa saling menghargai antara agama.
4.      Menumbuhkan kebersamaan dalam masyarakat.

PORTOFOLIO RANGKUMAN TUGAS PEMBATIK LEVEL 4 TAHUN 2023

Tidak terasa perjalanan yang luar biasa hingga sampai pada titik ini. Langkah demi langkah, menyelesaikan tugas demi tugas yang tentunya ber...