Tampilkan postingan dengan label Akhidah Akhlak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhidah Akhlak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Oktober 2021

SIFAT-SIFAT ALLAH SWT (Sifat Wajib dan Mustahil)

 A.    SIFAT NAFSIYYAH(SIFAT KEPERIBADIAN)

Maksudnya sesuatu yang tidak bisa diterima oleh akal jika Allah tidak disifatkan dengan sifat ini. Atau bisa juga dikatakan sifat untuk menentukan adanya Allah, di mana Allah menjadi tidak mungkin ada tanpa adanya sifat tersebut. adapun yang tergolong sifat ini hanya satu yaitu:

1.      Wujud Artinya: Ada

Sifat Mustahilnya : ’Adam (Tidak Ada)

 

B.     SIFAT SALBIYAH

Maksudnya sifat yang menolak apa yang tidak layak bagi Allah. Atau dikatakan juga sifat yang digunakan untuk meniadakan sesuatu yang tidak layak bagi Allah. Sifat Salbiyah ini ada lima sifat yakni:

2.      Qidam Artinya: Sedia/terdahulu/tidak ada permulaanya

Sifat Mustahilnya: Huduts (Baru)

3.      Baqo Artinya: Kekal

Sifat Mustahilnya: Fana’ (Binasa)

4.      Mukhalafatu lil hawaditsi Artinya: Tidak sama dengan yang baru

Sifat Mustahilnya: Mumatsalah Lilhawaditsi (Sama dengan yang baru)

5.      Qiyamuhu binafsihi Artinya: Berdiri dengan dirinya sendiri

Sifat Mustahilnya: Qiyamuhu bighayrihi (berdiridengan yang lain)

6.      Wahdaniyyah Artinya: Esa

Sifat Mustahilnya: Ta’addud (lebih dari satu)

 

C.    SIFAT MA’ANI

Maksudnya sifat yang diwajibkan bagi zat Allah suatu hukum atau sifat yang pasti ada pada Dzat Allah. Sifat ini terdiri dari tujuh sifat, yaitu:

7.      Qudrat Artinya: Kuasa

Sifat Mustahilnya: Ajzun (Lemah)

8.      Iradah Artinya: Menentukan

Sifat Mustahilnya: Karahah (Terpaksa)

9.      Ilmu Artinya: Mengetahui

Sifat Mustahilnya: Jahlun (Bodoh)

10.  Hayat Artinya: Hidup

Sifat Mustahilnya: Mautun (Mati)

11.  Sama’ Artinya: Mendengar

Sifat Mustahilnya: Shamamun (Tuli)

12.  Bashar Artinya: Melihat

Sifat Mustahilnya : ‘Umyun (Buta)

13.  Kalam Artinya: Berkata-kata / berfirman

Sifat Mustahilnya: Bukmun (Bisu)

 

D.    SIFAT MA’NAWIYAH

Maksudnya sifat Allah yang dilazimkan atau tidak bisa dipisahkan dengan Sifat Ma’ani. Sifat Ma’nawiyah adalah sifat yang mulazimah atau menjadi akibat dari sifat ma’ani. Sifat ini terdiri dari tujuh sifat, yakni :

14.  Kaunuhu Qadiran Artinya: Keberadaan Allah Maha Kuasa

Sifat Mustahilnya: Kaunuhu ’Ajizan (Keberadaan Allah lemah)

15.  Kaunuhu Muridan Artinya: Menentukan

Sifat Mustahilnya: Kaunuhu Karihan (Terpaksa)

16.  Kaunuhu Aliman Artinya: Maha Mengetahui

Sifat Mustahilnya:Kaunuhu Jahilan (Bodoh)

17.  Kaunuhu Hayyan Artinya: Hidup

Sifat Mustahilnya: Kaunuhu Mayyitan (mati)

18.  Kaunuhu Sami’an Artinya: Mendengar

Sifat Mustahilnya: Kaunuhu Ashamma (Tuli)

19.  Kaunuhu Bashiran Artinya: Melihat

Sifat Mustahilnya: Kaunuhu A’ma (Buta)

20.  Kaunuhu Mutakalliman Artinya: Maha Berkata-kata

Sifat Mustahilnya: Kaunuhu Abkama (Bisu)

 

 

 

 

 

 

 

Jumat, 16 September 2016

Sifat-SIfat Bagi Allah (Sifat Wajib, Mustahil dan Jaiz bagi Allah)



1.      Sifat Wajib  Bagi Allah adalah sifat-sifat yang pasti dimiliki oleh Allah dan wajib ada pada Allah.
2.      Sifat Mustahil Bagi Allah adalah sifat-sifat yang pasti tidak dimiliki oleh Allah dan wajib tidak ada pada Allah.
3.      Sifat Jaiz Bagi Allah adalah sifat yang mungkin boleh dimiliki dan boleh tidak dimiliki oleh Allah SWT.
Sifat Wajib Bagi Allah
Sifat Mustahil Bagi Allah
Sifat Jaiz Bagi Allah
  1. Wujud artinya ada
  2. Qidam berarti Terdahulu
  3. Baqa' artinya Kekal
  4. Mukhalafu lil hawãditsi, artinya Berbeda Dengan Mahluk-Nya (ciptaan-Nya).
  5. Qiyãmuhu binafsihi artinya Berdiri Sendiri
  6. Wahdãniyah artinya Esa
  7. Qudrat artinya Mahakuasa
  8. Irãdat artinya Berkehendak
  9. 'Ilmu artinya Mengetahui
  10. Hayat artinya Hidup
  11. Sama' artinya Mendengar
  12. Basar artinya Melihat
  13. Kalãm artinya Maha Berfirman.
  14. Qadiran artinya Maha kuasa
  15. Muridan artinya Maha Berkehendak
  16. Aliman artinya Maha Mengetahui
  17. Hayyan artinya Maha hidup
  18. Sami’an artinya Maha Mendengar
  19. Bashiran artinya Maha Melihat
  20. Mutakalliman artinya Maha Berkata-kata.
  1. Adãm artinya Tidak ada
  2. Hudus artinya baru
  3. Fana artinya Rusak
  4. Mumãtsalatsu lil hawãditsi, artinya Sama dengan makhluk yang lain atau hal yang baru.
  5. Ihtiyãjun ilã gairihi artinya Membutuhkan makhluk lain.
  6. Ta'addud artinya berjumlah
  7. 'Ajzun artinya Lemah
  8. Karãhah artinya Terpaksa
  9. Jahlun artinya Bodoh
  10. Mautun artinya Mati
  11. Summun artinya Tuli
  12. 'Umyun artinya Buta
  13. Bukmun artinya Bisu
  14. ‘Ajizan artinya Maha lemah
  15. Mukrahan artinya Maha terpaksa
  16. Jahilan artinya Maha bodoh
  17. Mayyitan artinya Maha mati
  18. Ashamma artinya Maha tuli
  19. A’ma artinya Maha buta
  20. Abkama artinya Maha Bisu
1.      Fi’lu kulli mumkinin au tarkuhu, artinya  Allah itu berwenang untuk menciptakan dan berbuat sesuatu atau tidak sesuai dengan kehendak-Nya.

Nama-Nama 10 Malaikat dan Tugasnya

  1. Malaikat Jibril yang menyampaikan wahyu Allah kepada nabi dan rasul.
  2. Malaikat Mikail yang bertugas memberi rizki / rejeki pada manusia.
  3. Malaikat Israfil yang memiliki tanggung jawab meniup terompet sangkakala di waktu hari kiamat.
  4. Malaikat Izrail yang bertanggungjawab mencabut nyawa.
  5. Malikat Munkar yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan manusia di alam kubur.
  6. Malaikat Nakir yang bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan manusia di alam kubur bersama Malaikat Munkar.
  7. Malaikat Raqib yang memiliki tanggung jawab untuk mencatat segala amal baik manusia ketika hidup.
  8. Malaikat Atid yang memiliki tanggungjawab untuk mencatat segala perbuatan buruk / jahat manusia ketika hidup.
  9. Malaikat Malik yang memiliki tugas untuk menjaga pintu neraka.
  10. Malaikat Ridwan yang berwenang untuk menjaga pintu sorga / surga.

Rabu, 25 Februari 2015

Memahami Makna Busana Muslim/Muslimah dan Menutup Aurat



1.      Makna Aurat
Menurut bahasa, aurat berati malu, aib, dan buruk. Kata aurat berasal dari kata awira yang artinya hilang perasaan. Jika digunakan untuk mata, berarti hilang cahayanya dan lenyap pandangannya. Pada umumnya, kata ini memberi arti yang tidak baik dipandang, memalukan dan mengecewakan. Menurut istilah dalam hukum Islam, aurat adalah batas minimal dari bagian tubuh yang wajib ditutupi karena perintah Allah Swt.
2.      Makna Jilbab dan Busana Muslimah
Secara etimologi, jilbab adalah sebuah pakaian yang longgar untuk menutup seluruh tubuh perempuan kecuali muka dan kedua telapak tangan. Dalam bahasa Arab, jilbab dikenal dengan istilah khimar, dan bahasa Inggris jilbab dikenal dengan istilah veil. Selain kata jilbab untuk menutup bagian dada hingga kepala wanita untuk menutup aurat perempuan, dikenal pula istilah kerudung, hijab, dan sebagainya.
Pakaian adalah barang yang dipakai (baju, celana, dan sebagainya). Dalam bahasa Indonesia, pakaian juga disebut busana. Jadi, busana muslimah artinya pakaian yang dipakai oleh perempuan. Pakaian perempuan yang beragama Islam disebut busana muslimah. Berdasarkan makna tersebut, busana muslimah dapat diartikan sebagai pakaian wanita Islam yang dapat menutup aurat yang diwajibkan agama untuk menutupinya, guna kemaslahatan dan kebaikan wanita itu sendiri serta masyarakat di mana ia berada.
Perintah menutup aurat sesungguhnya adalah perintah Allah Swt. Yang dilakukan secara bertahap. Perintah menutup aurat bagi kaum perempuan pertama kali diperintahkan kepada istri-istri Nabi Muhammad saw. agar tidak berbuat seperti kebanyakan perempuan pada waktu itu (Q.S. al-Ahzāb/33: 32-33). Setelah itu, Allah Swt. memerintahkan kepada istri-istri Nabi saw. agar tidak berhadapan langsung dengan laki-laki bukan mahramnya (Q.S. al-Ahzāb/33:53).
Selanjutnya, karena istri-istri Nabi saw. juga perlu keluar rumah untuk mencari kebutuhan rumah tangganya, Allah Swt. memerintahkan mereka untuk menutup aurat apabila hendak keluar rumah (Q.S. al-Ahzāb/33:59). Dalam ayat ini, Allah Swt. memerintahkan untuk memakai jilbab, bukan hanya kepada istri-istri Nabi Muhammad saw. dan anak-anak perempuannya, tetapi juga kepada istri-istri orang-orang yang beriman. Dengan demikian, menutup aurat atau berbusana muslimah adalah wajib hukumnya bagi seluruh wanita yang beriman.

PORTOFOLIO RANGKUMAN TUGAS PEMBATIK LEVEL 4 TAHUN 2023

Tidak terasa perjalanan yang luar biasa hingga sampai pada titik ini. Langkah demi langkah, menyelesaikan tugas demi tugas yang tentunya ber...