Tampilkan postingan dengan label Kisah Teladan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Teladan. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Januari 2017

Perilaku Musailamah Al-Kazzab

Musailamah yang menyaingi Rasulullah dengan mendakwahkan Dirinya sebagai Nabi. Musailamah Al-Kazzab bersahabat dengan ‘Amr bin Ash, salah satu sahabat Nabi yang termasuk terakhir dalam memeluk Islam.
Suatu hari ‘Amr bin Ash bertemu dengan Musailamah Al-Kazaab. Musailamah bertanya, “Surah apa yang turun kepada sahabatmu di Mekah itu?”
’Amr bin Ash menjawab, “Turun surah dengan tiga ayat yang begitu singkat, tetapi dengan makna yang begitu luas.”
“Coba bacakan kepadaku surah itu!” Kemudian Surah al-’Ashr dibacakan oleh ‘Amr bin Ash. Musailamah merenung sejenak, dia berkata, “Persis kepadaku juga turun surah seperti itu.”
‘Amr bin Ash bertanya, “Apa isi surah itu?” Musailamah menjawab: “Hai kelinci, hai kelinci. Kau punya dada yang menonjol dan dua telinga. Dan di sekitarmu ada lubang bekas galian.”
            Mendengar itu, ‘Amr bin Ash, yang masih kafir, tertawa terbahak bahak, “Demi Allah, engkau tahu bahwa aku sebetulnya tahu bahwa yang kamu omongkan itu adalah dusta.”
Nabi Muhammad saw. bersabda:
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud, dia berkata: Rasulullah bersabda: “Tempuhlah kejujuran karena ia akan membimbing ke arah kebaikan, sedang kebaikan akan membawa ke surga. Sebagian orang ada yang senantiasa menempuh dan memilih kejujuran sehingga ia dicatat sebagai orang jujur di sisi Allah. Jauhilah kedustaan karena ia membawa ke jalan kejahatan, sedangkan kejahatan itu akan membawa ke neraka. Sebagian orang ada yang berdusta dan memilih kedustaan hingga ia dicatat sebagai pendusta di sisi Allah.” (H.R. Bukhari)
Musailamah juga pernah dipermalukan. Ia terbukti gagal menyontek salah satu surah dalam Al-Qur’an. Surah itu adalah Al-Fil. Oleh karena itu, Musailamah diperangi atas perintah Abu Bakar Shiddiq.
Musailamah pun mempunyai sejumlah sahabat. Tak jarang mereka mendengarkan syair Musailamah. Syair tersebut diakui sebagai wahyu. Namun, perilaku Musailamah jauh dari perilaku Nabi.
Munculnya gerakan nabi palsu karena rasa benci yang mendalam terhadap Islam. Pada masa Khalifah Abu Bakar, para nabi palsu mempunyai paham anti zakat. Menurut mereka, zakat hanyalah upeti pada Rasulullah. Sehingga setelah Rasulullah wafat, upeti dihapuskan.
Hal ini ditentang oleh Abu Bakar. Akhirnya, nabi-nabi palsu mengadakan pemberontakan terhadap khalifah Abu Bakar. Mereka mengerahkan pasukan sebanyak 40.000 pasukan.
Terjadilah perang besar antara pasukan muslim dibawah pimpinan panglima Ikrimah bin Amru bin Hisyam. Selain itu, pasukan cadangan dipimpin oleh panglima Syurahbil bin Hasanah serta pasukan muslim dipimpin oleh Khalid Bin Walid.

Khalid Bin Walid mempunyai strategi yang bagus dalam menghadapi pasukan Musailamah. Dengan segala upaya, akhirnya pasukan Musailamah berhasil dikalahkan di sebuah taman yang bernama Al-Hadiqah oleh Al-Barrak. Musailamah tewas di tangan Wahsyi.

Kisah Abu Jahal

Nama panggilan Abu Jahal adalah Abdul Hakam, nama aslinya adalah Amr’. Dipanggil dengan sebutan Abu Jahal, yang berarti si bodoh atau bapak yang bodoh, karena tidak mampu membedakan yang baik dan benar dengan yang buruk dan salah. Abu Jahal senantiasa memperolokolok Muhammad. Pernah keduanya berkelahi, Abu Jahal kalah dan terkilir lututnya. Dia sangat dendam kepada Muhammad.
Abu Jahal pernah melamar Khadijah binti Khuwailid, tetapi Khadijah menolak lamaran tersebut. Beberapa bulan kemudian, Muhammad meminang Khadijah dan langsung diterima. Hati Abu Jahal makin dengki kepada Muhammad. Setelah orang-orang lemah masuk Islam, Abu Jahal memproklamirkan dirinya sebagai preman kota Mekah. Orang-orang dhuafa yang masuk Islam semua mendapat penyiksaan pedih dari Abu Jahal. Yasir dan istrinya Sumiyyah mendapat siksa sampai syahid di tangan Abu Jahal.
Ayat Al-Qur’an yang turun tentang Abu Jahal bin Hisyam
Ibnu Ishaq berkata, “Seperti yang disampaikan kepadaku, bahwa Abu Jahal bin Hisyam berjumpa dengan Rasulullah saw., kemudian ia berkata kepada beliau, ‘hai Muhammad, Engkau harus berhenti mencela Tuhan kami! Jika tidak, maka kami akan mencela Tuhan yang Engkau sembah!’ Kemudian Allah Swt. menurunkan ayat tentang Abu Jahal:
Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. (Q.S. Al-An’am/6: 18).
Ibnu Ishaq berkata, “Seperti disebutkan kepadaku, sejak saat itu, Rasulullah berhenti dari memaki tuhan-tuhan mereka.
Kaum Quraisy membujuk Nabi Muhammad saw. untuk turut serta menyembah Tuhan mereka jika Tuhan Nabi Muhammad saw. Ingin disembah. Kemudian Allah Swt menurunkan Surah Al-Kafirun 1-6 menjawab ajakan kaum Quraisy tersebut.
Isra’ Mi’raj terjadi pada 27 Rajab, tahun ke-12 dari kenabian atau 2 tahun sebelum Hijriah. Setelah Isra’ Mi’raj, Rasulullah mengajak manusiaagar percaya kepada kisah perjalanan yang menakjubkan itu. Banyak orangyang tidak percaya, termasuk Abu Jahal.
“Bohong kau Muhammad, bagaimana mungkin dalam satu malam saja kamu bisa ke Baitul Maqdis? Kalau kau benar-benar sampai di sana, coba kau ceritakan apa yang kau lihat dalam perjalanan.”
Muhammad bercerita sesuai dengan yang dilihatnya secara akurat. Orang ramai membenarkan, kecuali segelintir para munafik dan Abu Jahal. “Itu sihir yang nyata!” teriak Abu Jahal. “Itu sihir yang nyata!” teriak Abu Jahal.
Kemudian Abu Jahal dan anak buahnya selalu mengganggu orang orang yang shalat. Mereka sering melemparkan orang-orang yang sedang shalat dengan tahi unta, kotoran kambing, dan sebagainya. Mereka ramai dan sering mengejek orang-orang Islam dan Muhammad saw. Namun, nabi dan pengikutnya tetap bersabar. Mereka tidak melawan orang jahil yang berkelompok itu.
Abu Jahal belum merasa jera. Dia terus mengganggu Muhammad. Bahkan, dia merancang siasat agar Muhammad dibunuh atau diusir dari Mekah. Ketika Muhammad telah hijrah, Abu Jahal berpesta. Dia merasa Dirinya sudah menang dan merasa cukup. Allah berfirman tentang Abu Jahal.
Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup.” (Qs. Al—‘Alaq:6-7)
Berbagai usaha dalam mencegah penyebaran agama Islam gagal. Abu Jahal makin membenci Rasulullah. Kebenciannya melebihi kebencian Abu Lahab.
Agama Islam makin tersebar. Kemudian, Abu Jahal berkata kepada kaum Quraisy di suatu perhimpunan, “Hai kaumku! Janganlah sekali-kali membiarkan Muhammad menyebarkan ajaran barunya dengan sesuka hatinya. Dia telah menghina agama nenek moyang kita, dia mencela tuhan yang kita sembah. Demi Tuhan, aku berjanji kepada kamu sekalian, bahwa esok aku akan membawa batu ke Masjidil Haram untuk dilemparkan ke kepala Muhammad ketika dia sujud. Selepas itu, terserahlah kepada kamu semua menyerahkan aku kepada keluarganya atau kamu membela aku dari ancaman kaum kerabatnya. Biarlah orang-orang Bani Hasyim bertindak apa yang mereka sukai.”
Hadirin rapat berkata, “Demi Tuhan, kami tidak akan sekali-kali menyerahkan engkau kepada keluarga Muhammad. Teruskan niatmu.” Kaum Quraisy merasa bangga kepada Abu Jahal. Jika Rasulullah meninggal, sejahteralah mereka, pikirnya.
Keesokan harinya, Abu Jahal pergi ke Ka’bah. Karena Rasulullah biasa bersembahyang di situ. Abu Jahal menggenggam batu besar diiringi kaum Quraisy. Dia mengajak kawan-kawannya untuk menyaksikan bagaimana batu itu dihempaskan ke atas kepala Nabi Muhammad saw.
Sepanjang perjalanan Abu Jahal berkhayal. Dia membayangkan bagaimana keadaan Muhammad setelah kepalanya dipukul batu. Dia tersenyum sendirian.
Abu Jahal tiba di pekarangan Masjidil Haram. Dilihatnya Rasulullah hendak mengerjakan shalat. Rasulullah tidak menyadari kehadiran Abu Jahal dan kawannya.
Abu Jahal melihat Rasulullah akan mulai bersembahyang. Dia berjalan mengendap-endap dari arah belakang menuju ke arah Rasulullah. Abu Jahal melangkah dengan berhati-hati. Ia sangat khawatir gerakannya diketahui Rasulullah.
Ketika Abu Jahal menghampiri Rasulullah, tiba-tiba ia mundur secepat kilat. Batu yang dipegang terhempas ke bawah. Wajah Abu Jahal pusat pasi. Teman-temannya keheranan.
Kaki Abu Jahal tidak dapat digerakkan. Ia seolah-olah terpaku ke bumi. Ia tidak dapat melangkahkan kaki walau setapak. Teman-temannya segera menarik Abu Jahal sebelum disadari oleh Rasulullah. Abu Jahal masih terpana dengan kejadian yang dialaminya.
Setelah tersadar, temannya bertanya, “Apakah sebenarnya yang terjadi kepada engkau, Abu Jahal? Mengapa engkau tidak menghempaskan batu itu ke kepala Muhammad ketika dia sedang sujud tadi?”
Akan tetapi, Abu Jahal tetap membisu. Teman-temannya makin keheranan.
Setelah tersadar, Abu Jahal menjelaskan. “Wahai sahabatku! Ketika aku hendak menghampiri Muhammad dan menghempaskan batu itu ke kepalanya, tiba-tiba muncul seekor unta yang besar hendak menendangku.
Aku amat terkejut. Belum pernah aku melihat unta begitu besar seumur hidupku. Jika aku teruskan niatku, niscaya akan matilah aku ditendang oleh unta itu, sebab itulah aku mundur dan membatalkan niatku.”

Teman-teman Abu Jahal merasa kecewa. Penjelasan Abu Jahal dianggap bohong. Karena mereka tidak melihat ada unta. Mereka tidak mempercayai ucapan Abu Jahal tersebut.

Rabu, 09 November 2016

Kisah Nabi adam dan hawa



Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya,laut-lautannya dan tumbuh-tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya, bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yang diciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.
a.      Kekhuatiran Para Malaikat
Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu,mereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu, disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari. Berkata mereka kepada Allah s.w.t.: "Wahai Tuhan kami! Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami, padahal kami selalu bertasbih, bertahmid, melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya, sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu, nescaya akan bertengkar satu dengan lain, akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya, sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu."
Allah berfirman, menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu: "Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepada nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah, karena Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya." Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat, kering dan lumpur hitam yang berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna.
b.      Iblis Membangkang.
Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lain, yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya serta yang terpendam di dalamnya. Iblis merasa dirinya lebih mulia,l ebih utama dan lebih agung dari Adam, karena ia diciptakan dari unsur api, sedang Adam dari tanah dan lumpur.Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain, walaupun diperintah oleh Allah.
Tuhan bertanya kepada Iblis:"Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?"
Iblis menjawab:"Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia.Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur." Karena kesombongan, kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan, maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pada dirinya hingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.
Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat. Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan,tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu, bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam, sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat, dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat, mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang,menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.
Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu: "Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka. Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah."
c.       Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda
Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi, maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta, kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:"Cubalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu, jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam."
Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan berkata:"Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana."
Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam, berfirmanlah Allah kepada mereka:"Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan."
d.      Adam Menghuni Syurga
Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya, menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para ulamat Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga, ia melihat Hawa sudah berada di sampingnya. ia ditanya oleh malaikat:"Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?"
Berkatalah Adam:"Seorang perempuan."Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan oleh Allah kepadanya."Siapa namanya?"tanya malaikat lagi. "Hawa",jawab Adam."Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?",tanya malaikat lagi. Adam menjawab:"Untuk mendampingiku,memberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah."
Allah berpesan kepada Adam:"Tinggallah engkau bersama isterimu di syurga,rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya, rasailah dan makanlah buah-buahan yang lazat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar,dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya.Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu, ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini."
e.       Iblis Mulai Beraksi.
Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh Allah dari Syurga akibat bangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgahsana kebesarannya. Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di syurga yang tenteram, damai dan bahagia. Ia menyatakan kepada mereka bahawa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahawa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka.Ia membisikan kepada mereka bahwa.larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal.Diulang-ulangilah pujukannya dengan menunjukkan akan harumnya bau pohon yang dilarang indah bentuk buahnya dan lazat rasanya.Sehingga pada akhirnya termakanlah pujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.
Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud: "Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata." Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka telah terlanggar perintah Allah dan bahawa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:"Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena pujukan Iblis. Ampunilah dosa kami karena nescaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak  mengampuni dan mengasihi kami."
f.       Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi
Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yang mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa pujukan dan rayuannya yang manis namun berancun itu. Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan pujukan Iblis yang terlaknat itu. Harapan untuk tinggal terus di syurga telah pudar karena perbuatan pelanggaran perintah Allah, hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahawa redha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka untuk selama-lamanya. Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah s.w.t.yang telah menentukan dalam takdir-nya bahawa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk dikelolanya, akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu. Berfirmanlah Allah kepada mereka: "Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disana sampai waktu yang telah ditentukan."
Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan dengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang kembali. Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya.Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalan yang menuju kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.



Minggu, 28 Juni 2015

Nabi Musa a.s. Mendapatkan Wahyu dari Allah



Dengan izin dan pertolongan Allah, Nabi Musa dan kaumnya dari bangsa Bani Israilselamat dari kejaran Fir’aun. Mereka dapat menyeberangi Laut Merah. Setelahitu NabiMusa membawa para pengikutnya menuju Bukit Sinai.Kaum Bani Israil meluapkan kegembiraan mereka karena dapat selamat dari kejaranFir’aun dan tentaranya. Saat itu mereka benar-benar merasa merdeka dan bebas. Semulamereka hidup terkekang karena menjadi budak bagi Fir’aun di Kerajaan Mesir. Sekarangsituasinya menjadi berbalik 180 derajat, mereka benar-benar bebas, merdeka, dan tidakada aturan yang perlu dipatuhi. Mereka meluapkan kegembiraan dengan berbagai cara. Adayang bersyukur kepada Allah, namun ada yang melampiaskannya dengan hanya bersuka ria Nabi Musa merenung dan berfikir. Beliau berkeinginan agar kehidupan bangsa BaniIsrail menjadi terarah dan memiliki aturan. Mereka tidak boleh hidup liar dan bebassemau-maunya.
Nabi Musa kemudian berdiam diri dan bermunajat di salah satu tempatyang berada di bukit Sinai untuk memohon petunjuk dari Allah. NabiMusa berzikir, “MahaBesar Engkau ya Allah, ampunilah aku dan terimalahtaubatku, dan aku menjadi orang yangpertama beriman kepada-Mu.”Saat Nabi Musa terus berzikir dan kemudian merasa begitu dekat dengan Allah,diberikanlah kepadanya petunjuk dan aturan berupa Kitab Taurat. Kitab itu berisi panduankehidupan untuk Nabi Musa dan kaumnya agar hidupnya menjadi terarah.

Kisah Nabi Isa dengan Temannya yang Serakah



Dikisahkan pada suatu hari Nabi Isa berjalan dengan seorang sahabatnya yang baru iakenal. Keduanya menelusuri tepi sungai dan membawa tiga potong roti. Roti itu dibagi untukNabi Isa sepotong, untuk sahabat barunya sepotong, sehingga masih tersisa satu potong roti.
Setelah makan roti itu Nabi Isa pergi ke sungai untuk minum. Sekembalinya dari sungai,Nabi Isa mendapati sepotong roti tadi tidak ada. Ketika beliau bertanya kepada sahabatnya,sang sahabat mengaku tidak tahu. Keduanya pun kembali melanjutkan perjalanan.
Sesampai di sebuah hutan, keduanya duduk untuk beristirahat. Nabi Isa mengambiltanah dan kerikil, kemudian beliau berkata, “Jadilah emas dengan izin Allah.” Tiba-tiba kerikilitu pun berubah menjadi emas. Kemudian Nabi Isa membagi emas tersebut menjadi tigabagian. “Untukku sepertiga, dan kamu sepertiga, sedang sepertiga ini akan kuberikan untukorang yang mengambil roti tadi.”
Spontan sahabat itu menjawab, “Akulah yang mengambil roti itu.” Nabi Isa kemudianberkata, “O ya, kalau begitu ambillah dua bagian ini untukmu.” Setelah itu keduanya punberpisah.
Sahabat itu merasa sangat gembira. Namun dalam perjalanan, dia dihadang oleh duaorang perampok yang ingin membunuhnya. Sahabat Nabi Isa menawarkan, untuk membagiemas yang dibawanya menjadi tiga asalkan ia tidak dibunuh. Kedua orang perampok itupunsetuju.
Lalu salah seorang perampok menyuruh rekannya pergi ke pasar untuk berbelanjamakanan. Ketika sampai di pasar, orang yang berbelanja itu berfikir untuk apa membagiemas itu menjadi tiga. Ia pun menaburkan racun ke dalam makanan agar temannya dan nabiIsa mati dan ia pun dapat memiliki seluruh emas tersebut.
Tinggallah sahabat Nabi Isa bersama seorang perampok di hutan itu. Namun perampokyang tinggal itu ternyata berpikiran sama seperti yang sedang pergi ke pasar. Ia bersekongkol dengan sahabat Nabi Isa tadi untuk membagi emas itu berdua saja dan membunuh rekannyayang berbelanja makanan jika ia datang.
Ketika orang yang berbelanja itu datang, ia pun langsung dibunuh, hartanya akan dibagidua. Karena merasa lapar keduanya pun menyantap makanan yang telah diberi racun ituhingga mereka berdua mati.
Ketika Nabi Isa berjalan melewati hutan tersebut, beliau menemukan emas di sampingtiga mayat yang terbujur kaku. Beliau kemudian berkata “Inilah contoh orang yang rakusterhadap harta dan dunia, maka berhati-hatilah kamu kepadanya.”

PORTOFOLIO RANGKUMAN TUGAS PEMBATIK LEVEL 4 TAHUN 2023

Tidak terasa perjalanan yang luar biasa hingga sampai pada titik ini. Langkah demi langkah, menyelesaikan tugas demi tugas yang tentunya ber...