- Masa Remaja
Sebelum memasuki masa remaja, seorang
anak akan melewati masa peralihan yang disebut masa pubertas. Dari sisi fisik
masa remaja (12 – 19 tahun) sedang berada pada masa pertumbuhan yang sangat
cepat sekali. Mulai dari suara, badanpun ikut berubah menjadi besar dan tinggi,
berubah menjadi seorang remaja. Produksi hormon seks meningkat sehingga muncul
ciri-ciri seks sekunder, seperti timbulnya bulu pada tempat tertentu, pada
ketiak, sekitar kemaluan, kumis, jenggot dan lain-lain.
Perubahan biologis lain pada anak
laki-laki seperti bahu semakin bidan, otot-ototnya mulai berkembang sehingga
Nampak gagah. Dan mulai mengalami “Noctural Emision” atau mimpi indah yang
ditandai dengan kluarnya sperma (air mani). Dan perubahan biologis pada anak
wanita mulai kelihatan menarik dan cantik, serta mulai mengembangkan bahasa
isyarat yang dapat menarik lawan jenisnya, seperti berhias, memakai gincu,
berpakaian indah dan lain-lain. Suaranya pun merdu merayu membuat sang lawan
jenis tertarik mendekatinya.
- Nilai Negatif Pergaulan Remaja
Kata Ronggowarsito: “ Ditengah zaman edan
yang beruntung adalah yang selalu ingat dan waspada”. Ingat, bahwa masih ada
kelanjutan kehidupan setelah kematian. Waspadalah terhadap godaan, karena itu
setiap remaja harus mewaspadai perilaku negative berikut:
1) Suka keluyuran,
2) Bermalas-malasan,
3) Ragu-ragu dan
bimbang menjalani kehidupan,
4) Kurang percaya
dengan kemampuan dan potensi diri sendiri,
5) Mementingkan bermain
dari pada belaja,
6) Bersenda gurau
berlebihan,
7) Nonton TV
berlebihan,
8) Hura-hura.
- Akhlak dalam Pergaulan Remaja
Dalam pergaulan sehari-sehari
ditengah-tengah masyarakat, terutama antar muda-mudi seorang remaja harus
meiliki pegangan yang kokoh. Diantaranya senantiasa mengontrol dan membawa diri
dalam semua kondisi dan keadaan, mencari kawan yang baik dan dapat menjadi
motivasi untuk mengembangkan potensi diri. Mengembangkan sikap tanggung jawab terhadap
semua tugas yang diemban, sehingga dapat mempersiapkan masa depan yang
gemilang. Tidak mudah larut dalam kesenangan dan pergaulan bebas yang dapat
menjerumuskan kedalam hal yang buruk serta merusak masa depan.
Secara factual harus diakui bahwa dalam
bidang kehidupan remaja terdapat hal-hal khusus ysng perlu mendapat perhatian,
disamping ketentuan umum tentang hubungan masyarakat. Aspek khusus tersebut
yakni tentang mengucap dan menjawab salam, berjabat tangan, khalwah serta
mencari teman yang baik.
1. Mengucap dan
menjawab salam; islam mengajarkan kepada sesame muslim untuk saling bertukar
salam apabila bertemu atau bertemu, supaya rasa kasih saying sesama manusia
dapat selalu terpupuk dengan baik. Rasulullah SAW besabda:
Artinya: “Dari Abu
Hurairah ia berkata: Bersabda rasulullah saw: kamu tidaklah masuk surge sebelum
kamu beriman, dan tidak beriman seseorang sebelum berkasih sayang. Maukah kamu
aku tunjukan suatu amalan yang dapat memupuk rasa kasih saying sesamamu? Yaitu
senantiasa mengucapkan salam sesamamu” (H.R. Muslim: 81)
Salam yang diucapkan minimal adalah
“Assalamualaikum”. Tetapi akan lebih baik dan lebih besar pahalanya apabila
diucapkan secara lengkap. Mengucapkan salam hukumnya sunnah, tetapi menjawabnya
wajib minimal dengan salam yang seimbang. Salam yang diajarkan oleh islam yang
bernilai tinggi, universal dan tidak terikat dengan waktu. Berniali tinggi
karena mengandung doa untuk mendapatkan keselamatan, rahmat dan berkah dari
Allah SWT.
2. Berjabat tangan;
Rsulullah SAW mengajarkan bahwa untuk lebih menyempurnakan salam dan menguatkan
tali ukhuwah islamiyah, sebaiknya ucapan salam diikuti dengan berjabat tangan
tentu jika memungkinkan. Rasulullah SAW bersabda:
Artinya: “ Dari
al-barra’ bin azib ia berkata: bersabda Rasulullah SAW: tidaklah 2 orang muslim
bertemu, lalu bersalaman melainkan Allah akan mengampuni dosa-dosa keduannya
sebelum mereka berpisah.” (H.R. Tirmidzi: 2651)
Berjabat tangan harus dilakukan dengan penuh
keiklasan yang tercermin dari cara bersalaman. Rasulullah mengajarkan kalau
berjabat tangan dengan seseorang harus penuh perhatian, keramahan, muka yang
manis serta pandangi wajah orang yang disalami. Anjuran berjabat tangan tidak
berlaku antara pria dan wanita kecuali antara suami dan istri atau seseorang
dengan mahramnya.
3. Khalwah (berduaan) ;
Rasulullah melarang pria dan wanita berkhalwah baik ditempat umum maupun tempat
sepi, karena ketiganya adalah syaithan. Khalwah adalah berdua-duan antara pria
dan wanita yang bukan muhrimnya tanpa pihak ada ketiga. Pada kondisi ini syaithan
akan selalu mencari peluang dan memanfaatkan segala kesempatan untuk
menjerumuskan anak cucu adam. Dalam banyak kasus muda mudi jatuh kedalam lubang
perzinaan apabila sudah berdua-duaan.
Mencari teman yang baik; Mencari teman yang baik
merupakan suatu kebenaran yang telah diterima dan dibuktikan oleh pengalaman.
Apabila seorang anak bermain ditengah-tengah anak-anak yang kurang ajar selama beberapa hari, lambat
laun ia akan meniru kebiasaan –kebiasaan buruk temannya. Akan tetapi apabila ia
berpeluang bergaul dengan teman-teman yang baik, lambat laun dalam keadaan
normal ia akan menyerap kebiasaan baik dari pergaulannya. Seorang penyair
menyatakan: “ janganlah bersahabat dengan orang jahat, jaga jarak antaramu
dengannya, berapa banyak orang jahil menjadi bijak kala dipersaudarakan dengan
orang bijaksana. Orang akan disamakan dengan temannya bila ia bersahabat dengan
orangnya.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar