Selasa, 28 Oktober 2014

Desain pembuatan media pembelajaran sederhana



Kompetensi     : Mahasiswa dapat membuat desain pembuatan media pembelajaran sederhana.

            Desain disebut juga dengan rancangan, perencanaan, dan program. Aspek yang perlu dipertimbangkan desain pembuatan media pembelajaran adalah tujuan prodiksi, isi produksi, sketsa produksi, bentuk produksi, uji coba hasil, evaluasi dan perbaikan.
            Urgensi desain adalah sebagai pedoman/acuan, kontrol, tahapan kegiatan, evalusai, sistematis dan penjelas. Untuk dapat membuat dan merancang sendiri media pembelajaran yang akan digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, maka seorang pembelajar setidaknya memiliki 3 kemampuan, yaitu:
1.      Menguasai bidang studi (pesan yang akan diperlukan) merupakan syarat mutlak yang diperlukan karena tanpa menguasai bidang studi yang akan diajarkan tidak mungkin dapat menyiapkan media dengan tepat dan sesuai.
2.      Dapat menyusun desain pembuatan media pembelajaran. Syarat ini perlu dikuasai, karena media intruksional akan benar-benar tepat sesuai dengan kebutuhan.
3.      Menguasai teknik pembuatan media pembelajaran yang diperlukan.
Adapun desain pembuatan media pembelajaran mengakumulasi:
1.      Ide dasar/rasional/latar belakang pembuatan media pembelajaran, pada bagian ini perlu memaparkan kondisi nyata mengenai keadaan daya serap pebelajar dengan harapan.
2.      Identitas pesan pembelajaran yang akan dihantarkan dengan media pembelajaran.
3.      Merumuskan tujuan pembelajaran pada pesan pembelajaran tersebut.
4.      Narasi. Ini memuat kegiatan, durasi, gambar, dan target pencapaian.

Memahami manajemen pengembangan media pembelajaran sederhana.



Kompetensi     : Mahasiswa dapat memahami manajemen pengembangan media pembelajaran sederhana.

Pembelajar perlu melakukan penerapan fungsi-fungsi manajemen/pengelolaan kelas belajar. Adapun fungsi manajemen yang perlu dilakukan oleh pembelajar adalah:
1.      Perencanaan : memuat tujuan kegiatan, menjadi kontrol pelaksanaan kegiatan, menunjukkan struktur sistematis terhadap pelaksanaan kegiatan yang sistematis, memberika tolak ukur dengan evaluasi, dapat dijadikan acuan pelaksanaan kegiatan berikutnya dan mendiskripsikan langkah-langkah pelaksanaan kegiatan.
2.      Pelaksanaan : merujuk pada perencanaan yang disusun.
3.      Kontrol : pengawasan dilakkukan secara terus menerus dalam pelaksanaan proses belajar mengajar.
4.      Evaluasi : melakukan evaluasi meliputi evaluasi input, proses dan hasil.

Manajemen pengembangan media pembelajaran sederhana dilakukan oleh pembelajar dengan tahapan:
Analisis kebutuhan dan karakteristik pebelajar, merumuskan tujuan pembelajaran, materi pembelajaran penyusunan pembuatan media pembelajaran sederhana, alat penyusunan pembuatan media pembelajaran sederhana, penulisan narasi dengan penyusunan pembuatan media pembelajaran sederhana, dan yang terakhir melakukan tes dan perbaikan.

Langkah-langkah penyusunan pembuatan media pembelajaran sederhana:
Ide, menganalisis kebutuhan dan karakteristik pebelajar, merumuskan tujuan, menentukan materi, menentukan jenis media, menentukan treatmen dan partisipasi pebelajar, membuat sketsa, menentukan bahan dan alat untuk produksi, perumusan alat pengukur keberhasilan, penyuntingan, uji coba dan yang terakhir melaksanakan kegiatan dan mengetes hasil.

prinsip-prinsip pemanfaatan manajemen pengembangan media pembelajaran



Kompetensi : Mahasiswa mampu mengetahui prinsip-prinsip pemanfaatan manajemen pengembangan media pembelajaran

Media pembelajaran merupakan alat bantu yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Karena memang pembelajarlah yang menghendaki untuk memudahkan menyampaikan pesan-pesan kepada pebelajarnya. Karena tanpa bantuan media pembelajaran, maka materi sukar untuk diterima dan dipahami oleh pebelajar.
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran, yaitu:
1.      Perlu adanya kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan media pembelajaran.
2.      Karakteristik media pembelajaran: Memahami karakteristik media pembelajaran merupakan kemampuan dasar yang perlu dimiliki pembelajar dalam kaitannya pemilihan media pembelajaran. Disamping itu memberikan kemungkinan pada pembelajar untuk menggunakan berbagai media pembelajaran secara bervariasi.
3.      Alternative pilihan, yaitu adanya sejumlah media pembelajaran yang dapat dibandingkan atau dikompetisikan.
Selain yang telah disampaikan di atas, prinsip media pembelajaran yaitu: tujuan, keterpaduan, keadaan peserta didik, ketersediaan, mutu teknis, dan biaya. Ada beberapa pedoman yang dapat digunakan untuk memilih media pembelajaran, yaitu:
1.      Sebelum memilih media pembelajaran, pembelajar perlu menyadari bahwa tidak ada satupun media yang paling baik untuk mencapai semua tujuan karena setiap media mempunyai kelebihan dan kekurangan.
2.      Pemilihan media pembelajaran hendaknya dilakuka secara objektif, artinya benar-benar digunakan dengan dasar pertimbangan efektivitas belajar pebelajar, bukan karena kesenangan pembelajar atau sekedar sebagai selingan.
3.      Pemilihan media hendaknya memperhatikan syarat-syarat, yaitu: sesuai tujuan yang akan dicapai, ketersediaan bahan media, biaya dan kualitas mutu teknik.

Dasar pertimbangan penggunaan media pembelajaran



Kompetensi     : Mahasiswa dapat memilih dasar pertimbangan penggunaan media pembelajaran.

Adapun yang menjadi dasar pemanfaatan dan pemilihan media pembelajaran antara lain sebagai berikut:
1.      Tujuan belajar : Tujuan belajar yang diusahakan untuk dicapai meliputi tiga hal, yakni mendapat ilmu pengetahuan, penanaman konsep dan ketrampilan, serta pembentukan sikap. Dengan demikian pembelajar melakukan pemilihan media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan yang berkenaan dengan ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif.
2.      Karakteristik pebelajar : Karakteristik pebelajar merupakan keseluruhan pola kelakuan dan kemampuan yang ada pada pebelajar sebagai hasil dari pembawaan dan pengalamannya sehingga menentukan pola aktivis dalam meraih cita-cita. Karakteristik ini akan berbeda antara satu pebelajar dengan pebelajar yang lain yang akan mempengaruhi gaya belajar dan media yang akan digunakan.
3.      Sifat bahan ajar : Media pembelajaran ini yang merupakan pengantar pesan pembelajaran untuk disajikan secara jelas dan mudah diterima oleh pebelajar.
4.      Jenis media pembelajaran : Media dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu media jadi (media yang sudah menjadi komiditi perdagangan) dan media pembelajaran rancangan (media pembelajaran yang dirancang secara khusus untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran).
5.      Metode pembelajaran : dinyatakan juga teknik, strategi, sistim dan cara yang dipilih sesuai orientasi tertentu. Dalam PBM tidak hanya menggunakan satu metode melainkan juga metode lainnya.
6.      Lingkungan : pembelajar dituntut untuk mencipta suasana lingkungan yang menjadi kondisi belajar.
7.      Ahli : yakni ketrampilan, kecakapan, keahlian yang berkenaan dengan jenis media pembelajaran itu sendiri. Sehingga pembelajar perlu memperhitungkan keahlian dalam mengenal dan mengoprasikan jenis media pembelajaran yang hendak dimanfaatkan dalam PBM.

PORTOFOLIO RANGKUMAN TUGAS PEMBATIK LEVEL 4 TAHUN 2023

Tidak terasa perjalanan yang luar biasa hingga sampai pada titik ini. Langkah demi langkah, menyelesaikan tugas demi tugas yang tentunya ber...