Minggu, 15 Maret 2015

Umar Ibnu Khathab



1.        Biografi Umar Ibnu Khathab              
Umar ibnu Khatab putera dari Nufail al Quraisy dari suku bani Adi, salah satu kabilah suku Quraisy. Tidak ada yang tahu pasti kapan Umar ibnu Khatab dilahirkan. Ia dibesarkan layaknya anak-anak lainnya. Memasuki usia remaja, Umar menggembalakan unta ayahnya, Khatab bin Nufail, di pinggiran kota Makkah. Selain bergulat, berkuda  merupakan keahlian Umar lainnya.. Secara fisik, tubuh Umar kekar, kulitnya putih kemerah-merahan dan kumisnya lebat.
Seperti pemuda pada masa jahiliyah lainnya, Umar vakrab dengan minuman keras dan perempuan. Selain itu, Umar sangat gigih dalam membela agama nenek moyangnya. Tak akan ia biarkan orang, siapa pun dia, mengusik agama nenek moyangnya. Maka ketika Rasulullah mulai mendakwahkan Islam, Umarv merupakan seorang yang sangat getol memusuhi Rasulullah. Pada waktu masa awal dakwah Islam di Makkah, bersama Abu Hakam bin Hisyam (Abu Jahal),  Umar merupakan tokoh Quraisy yang sangat ditakuti oelh kaum muslimin , karena kekejaman dan permusuhannya terhadap Islam. Umar pernah menghajar seorang budak perempuan karena budak tersebut memeluk islam. Ia menghajar sampai capek dan bosan sendiri karena terlalu banyak memukul. Sang budak akhirnya dibeli oleh Abu Bakar dan dibebaskan.
Begitu berbahanya kedua orang (Umar bin Khatab dan Abul Hakam bin Hisyam) itu, sehingga Rasulullah pernah berdoa kepada Allah agar salah satu dari keduanya masuk Islam. ”Allahumma ya Allah, perkuatlah Islam dengan Abul Hakam bin Hisyam atau Umar bin Khatab” demikian doa Nabi.
 Doa Nabi terkabul dengan masuknya Umar ke dalam agama Islam. Keislaman Umar terbukti membawa kemajuan pesat bagi Islam . Kaum muslimin menjadi berani terang-terangan melakukan salat dan thawaf. Umar juga tidak takut menantang paman sendiri, Abu Jahal, seorang paling membenci Islam. Ia menemui Abu Jahal dan terang-terangan mengaku telah memeluk agama Islam. Karena ketegasannya itu, Umar mendapat julukan ”Al Faruq” yang artinya pem, beda antara yang baik dan buruk.
Ketika Nabi memutuskan untuk hijrah ke Yastrib, Umar bersma kaum Muhajirin lainnya berangkat mendahului Rasulullah dan abu Bakar. Di kota Madinah, Umar di[persaudarakan dengan Utban bin Malik. Seperti Abu Bakar, Umar juga ikut menggarap tanah subur madinah untuk ditanami berbagai macam tanaman.
Karena sifatnya yang tegas, tak jarang Umar mendebat Rasulullah, seperti dalam Perjanjian Hudaibiyah. Sebab, ia merasa perjanjian tersebut merugikan kaum muslimin. Namun di balik badannya yang kekar dan kuat serta wataknya yang keras dan tegas, Umar menyimpan sifat lembut dan perasa. Hatinya mudah tersentuh  sampai menangis terharu. Tak jarang para sahabat menyaksikan umar menangis sehabis shalat karena teringat dosa-dosanya pada masa jahiliyah.

2.        Proses pengangkatan dan gaya kepemimpinan Umar bin  Khatab 
Pada tahun 634 M, ketika pasukan muslim sedang bergerak menaklukan Syam, Abu Bakar jatuh sakit. Ketika itulah, Abu bakar berfikir untuk menunjuk satu orang penggantinya. Pilihannya jatuh kepada Umar bin Khatab. Pandangannya yang jauh membuat Abu Bakar yakin bahwa Umarlah pemimpin yang tepat untuk menggantikannya.
Namun demikian, sebelum menentukan orang yang akan menjadi penggantinya, Abu Bakar meminta penilaian dari para shahabat besar mengenai Umar. Ia bertanya kepada Abdurrahman bin Auf, Usman bin Affan, Asid bin Hudhair al anshari, said bin Zaid, dan para shahabat lain dari kalangan Muhajirin dan Anshar. Pada umumnya , para shahabat itu memuji dan menyanjung Umar.
Setelah semua sepakat mengenai Umar, Khalifah abu Bakar lantas memanggil Usman. Kepada Usman, Abu Bakar mendikte sebuah  teks perintah yang menunjuk Umar sebagai pengggantinya, sebagai berikut :
Bismilllahirrahmaanirrahiim”. Ini adalah pernyataan Abu Bakar, khalifah penerus kepemimpinan Muhammad Rasulullah SAW, saat mengakhiri kehidupannya di dunia dan saat memulai kehidupannya di akherat. Dalam keadaan dipercayai oleh orang kafir dan ditakuti oleh orang durhaka, sesungguhnya aku menganggkat Umar bin Khatab sebagai pemimpin kalian. Bahwasanya ia adalah orang baik dan adil, sejauh pengetahuan dan pemnilaian diriku tentangnya. Bilamana dia kemuaidan seorang pendurhaka dan zalim, sungguh aku tidak pernah tahu akan hal yang bersifat gaib. Sungguh aku bermaksud baik dan segala sesuatu bergantung pada apa yang dilakukan . Dan orang yang zalim kelak akan mengetahui tempat mereka kembali”. (Q.S. Asy-Syura (26) : 227).
Maka demikiannlah, kaum muslimin pada tahun 634 M (13 H) membaiat Umar sebagai khalifah. Setelah dibaiat, Umar naik ke mimbar dan berpidato :
Kalau bukan karena harapanku untuk menjadi yang terbaik di antara kamu, yang terkuat atas kamu, dan yang paling sadar akan apa yang p” Wahai manusia, aku telah ditetapkan berkuasa atas kamu. Namun penting dalam menangani urusanmu, aku tidak akan menerima amanat darimu.  Cukuplah suka dan duka bagi Umar menunggu perhitungan untuk memberikan pertanggungjawaban mengenai zakatmu, bagaimana aku menariknya darimu dan bagaimana akau menyalurkannya dan caraku memerintah kamu.bagaimana aku harus memerintah. Hanya Tuhanku yang menjadi penolongku, karena Umar tidak akan dapat menyandarkan pada kekuasaan ataupun strategi yang cerdas, kecuali jika Tuhan mempercepat rahmat, pertolongan dan dukungan kepada oreang yang didukungnya”. 

3.        Kebijakan dan Strategi Umar bin Khatab     
a.         Pengembangan wilayah Islam      
Pada masa pemerintahan Umar bin Khatab, usaha pengembangan Wilayah Islam terus dilanjutkan. Kemenangan dalam perang Yarmuk pada masa Abu Bakar, membuka jalan bagi Umar untuk menggiatkan lagi usahanya. Dalam pertempuran di Ajnadin tahun 16 H/636 M, tentara Romawi dapat dikalahkan. Selanjutnya beberapa kota di pesisir Syiria dan Pelestina, seperti Jaffa, Gizar, Ramla, Typus, Uka (Acre), Askalon dan Beirut dapat ditundukkan pada tahun 18 H/638 M dengan diserahkan sendiri oleh Patrik kepada Umar bin Khatab.
Khalifah Umar bin Khatab melanjutkan perluasa dan pengembangan wilayah Islam ke Persia yang telah dimulai sejak masa Khalifah Abu Bakar. Pasukan Islam yang menuju Persia ini berada di bawah pimpinan panglima Saad bin Abi Waqas. Dalam perkembangna berikutnya, berturut-turut dapat ditaklukan beberapa kota, seperti kadisia tahun 16 H/636M, kota Jalula tahun 17 H/638 M. Madain tahun 18 H / 639 M dan Nahawand tahun 21 H / 642 M.
Khalifah Umar bin Khatab juga mengembangkan kekuasaan Islam ke Mesir. Pada saat itu penduduk Mesir, yaitu suku bangsa Qibti (Qopti) sedang mengalami penganiayaan dari bangsa Romawi dan sangat mengaharapkan bantuan dari orang-orang Islam. Setelah bemhasil menaklukkan Syiria dan Palestina, Khalifah Umar bin Khatab memberankatkan pasukannya yang berjumlah 4000 orang menuju Masir di bawah pimpinan Amr bin Ash. Sasaran pertama adalah menghancurkan pintu gerbang al Arisy, lalu berturut-turut al Farma, bilbis, tendonius (Ummu Dunain), Ain Sams, dan juga berhasil merebut benteng babil dan Iskandariyah.
b.         Mengeluarkan Undang-undang       
Di antara jasa dan peninggalan Umar bin Khatab selama ia menjabat khalifah adalah  menertibkan emerintahan dengan mengeluarkan undang-undang. Diadakan kebijakan peraturan perundangan mengenai ketertiban pasar, ukuran dalam jual beli, mengatur kebersihan jalan dan lain-lain.
c.         Membagi wilayah pemerintahan      
Khalifah Umar bin Khatab juga membagi daerah menjadi beberapa daerah pemerintahan, yaitu pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah. Khalifah bertindak sebagai pemimpin pemerintahan pusat, sedangkan di daerah dipegang oleh para gubernur yang membantu tugas pemerinahan khalifah di daerah-daerah.
d.        Membentuk beberapa dewan           
Selain itu, Khalifah Umar bin Khatab juga membentuk beberapa dewan,  diantarannya  Dewan Perbendaharaan Negara, dan Dewan Militer. Ia juga membentuk utusan kehakiman, dimana hakim yang terkenal pada waktu itu adalah Ali bin Abu Thalib.

Bangsa Arab Sebelum Dan Sesudah Memeluk Agama Islam



1.         Keadaan bangsa Arab sebelum memeluk agama Islam
Kepada bangsa Arab keturunan kaum Tsamud dan ’Ad telah di utus oleh Allah para nabi-nabi sebelum Muhammad seperti nabi Shaleh, nabi Musa, dan Ibrahim untuk megajak kaumnya menyembah Allah Y.M.E tetapi sedikit dari mereka yang beriman dan seringkali  mereka beriman hanya  dalam ucapan saja dan kembali menyeleweng dari ajaran Tauhid sepeninggalan para nabi. Akibat sikap dan penyelewengan siksa dan azab sehingga akhirnya mereka binasa. Hal ini dapat dibaca dalam Al-Quran yaitu : Artinya : “Dan (Kami Telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka shaleh. ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya Telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhammu. unta betina Allah Ini menjadi tanda bagimu, Maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih." (QS. Al Araaf  : 73)
Artinya : “Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya Berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang Telah beriman di antara mereka: "Tahukah kamu bahwa Shaleh di utus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?". mereka menjawab: "Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Shaleh diutus untuk menyampaikannya; Orang-orang yang menyombongkan diri berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu". “78.  Karena itu mereka ditimpa gempa, Maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.” (QS. Al Araaf : 75-76,78)
Dalam hal kemajuan bangsa Ad’ dan Tsamud dapat kita baca dalam Al Quran yaitu :
”Apakah  kamu tidak memperhatikan  bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ”Ad? (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi, yang belum pernah dibangun (suatu kota)seperti itu di negeri-negeri lain: adan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah.
Tetapi karena sikap menentang ajaran Tauhid dan menentang Rosul dan menyembelih berhala serta tidak memperdulikan peringatan Nabi Allah, mereka mendapat azab yang menghancurkan.
Dalam uraian terdahulu telah kita lihat bahwa bangsa Arab sebelum Islam menyembah berhala.  
Tiap kabilah mempunyai berhala dan tempat beribadat sendiri. Berhala–berhala itu ditempatkan di Ka’bah di kota Makkah. Ada pula yang menyembah binatang, api, pasir, makanan, matahari, bintang, bulan dan sebagainya. Berhala sebagai perantara kepada Tuhan.

2.         Keadaan bangsa Arab sesudah memeluk agama Islam
Kedatangan Islam yang dibawa Rasulullah membawa perubahan besar dalam kehidupan bangsa Arab khususnya dan dunia pada umumnya. Seluruh segi-segi kehidupan bangsa Arab dan dunia telah berubah baik segi agama maupun segi-segi sosial politik, ekonomi, bangsa dan ilmu pengetahuan.
Revolusi Islam yang bersumber dari Al Qur’an dan hadits telah membangun suatu kebudayaan baru, kebudayaan Islam di atas puing-puing kebudayaan Jahiliyah.
Pokok-pokok ajaran Islam yang mempengaruhi kehidupan bangsa Arab dan dunia pada umumnya ada 3 bagian ialah : Aqidah, amal, dan akhlak.
Dalam bidang aqidah, bangsa Arab telah dipersatukan dengan ajaran Tauhid yaitu kepercayaan, tentang Allah Yang Maha Esa. Yang megatur seluruh alam, menguasai segala sesuatu, tempat berlindung dan minta pertolongan. Kepercayaan terhadap Allah Yang Maha Esa, kepercayaan adanya Malaikat, KitabNya, RosulNya, Takdir baik dan buruk serta Hari Pembalasan.
Semua ini dapat kita baca dalam Al Quranul Karim pada Surat Al Ikhlas, Alfatihah, Surat Al Baqarah 49, 62, dan sebagainya.
Islam telah menetapkan lima rukun Islam yaitu : Syahadat, shalat, zakat, puasa dan haji. Dalam hal pembinaan akhlak Muhammad adalah contoh dan suri tauladan bagi umat manusia. Kedatangan Islam telah merubah akhlak bangsa Arab dan dunia dari kehidupan dan moral yang rendah dan tercela, menjadi bangsa yang memiliki budi pekerti yang tinggi. Dalam Kitab Suci Al Quran dapat kita baca yaitu Artinya : “Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzab : 21)
Revolusi Islam yang dibawa Muhammad telah menimbulkan suatu perubahan besar dan cepat. Dalam tempo hanya seperempat abad, seluruh bangsa Arab telah berubah dari kehidupan dan adat istiadat Jahiliyah dan budi yang vrendah menjadi bangsa yang berkebudayaan serta memiliki akhlak yang tinggi. Dari kehidupan yang tidak mengenal politik dan tata kenegaraan menjadi bangsa yang sangat disegani bangsa lain karena ketinggian ilmu dan sangat teratur pemerintahannya. Mereka akhirnya menjadi bangsa yang besar dan kuat, kokoh mental dan fisik.
Islam membawa kesadaran hidup bersama, semuanya tunduk kepada keadilan agama, mengikuti perintah Allah dan menghindari segala laranganNya. Keberhasilan Nabi Muhammad dalam melaksanakan tugasnya menyampaikan Agama Allah disebabkan oleh beberapa faktor yang dimiliki beliau yaitu antara lain:
a.         Teguh pendirian. Tiga belas tahun Rasulullah menyeru agama islam di Makkah, dan selama itu pula beliau menderita berbagai siksaan, hinaan dan cemoohan kaum Quraisy yang bertujuan untuk menggagalkan risalah yang dibawanya. Namun demikian beliau tetap teguh pada pendirian dan cita-citanya, beliau berani mengorbankan apapun untuk mencapai cita-citanya. Kepada Abu Thalib yang selalu membelanya, Muhammad pernah menegaskan bahwa ia belum akan berhenti sebelum pekerjaan ini berhasil.
b.        Mendengar penegasan itu Abu Thalib berjanji akan selalu membelanya dari segala gangguan dan ancaman dari manapun datangnya.
c.         Berani menhadapi kesukaran. Dalam peperangan beliau selalau menunjukkan sikap yang penuh keberanian. Semua kesulitan bagaimanapun sifatnya beliau hadapi dengan penuh ketabahan.
d.        Keberanian inilah yang telah melemahkan semangat musuh-musuh Rasulullah, sehingga pada akhirnya Rasulullah maemperoleh kemenangan yang gemilang.
e.         Ketinggian akhlak. Rasulullah memiliki akhlaq dan kepribadian yang sangat tinggi. Akhlaq beliau bersumber dari Al Quran dan beliau selalu memohon kepada Allah SWT untuk memuliakan akhlaknya. Di antara doa-doa beliau :
”Ya Allah, sebagaimana engakau menjadikan badanku baik, maka jadikanlah pula akhlakku baik, ya Allah jauhkanlah aku dari akhlak yang munkar. Ya Allah tunjukkanlah aku ahklak yang paling baik karena tiada yang menunjukkan  akhlak yang terbaik kecuali engkau
Beliau senatiasa mengajak dan menyeru kaum muslimin agar memiliki sifat-sifat yang terpuji dan menjauhi sifat-sifat yang hinadan rendah.
Rasulullah menyukai akhlak yang luhur sebagaimana kegemaran beliau menyampaikan risalahnya serta ketaan dan ketaqwaan beliau kepada Allah, sehingga beliau adalah menjadi uswatun hasanah, suri tauladan bagi seluruh umat manusia. Di antara sifat-sifat yang terdeapat pada diri Rasulullah yaitu :
a.         Asy-syaja’ah                  = berani
b.        Al Karam                       = pemurah
c.         al’adl                              = adil
d.        Al’Iffah                         = memelihara
e.         Ash-Shidqu                    = benar
f.         Al Amanah                    = Menjaga Amanat
g.        Ash Shabaru                  = sabar
h.        Al Hilmu                        = lapang hati
i.          Al’Afwu                        = pemaaf
j.          Ar Rahman                    = kasih sayang
k.        Itsarus Salam                 = mengutamakan perdamaian
l.          Zuhud                            = meninggalkan yang mubah
m.      Al Haya’                        = malu
n.        Yawadhu’                      = merendah diri
o.        Al Wafa’                        = setia
p.        Asy Syura                      = musyawarah
q.        Thibul ’Isyarah               = baik pergaulan
r.          Hubbul ’Amal                = cinta bekerja
s.         Al Bisyru wa Fukahah   = gembira dan humor
Sifat-sifat ini menghiasi kepribadian beliau, sebagai pemimpin dan suri tauladan bagi seluruh umat manusia.


PORTOFOLIO RANGKUMAN TUGAS PEMBATIK LEVEL 4 TAHUN 2023

Tidak terasa perjalanan yang luar biasa hingga sampai pada titik ini. Langkah demi langkah, menyelesaikan tugas demi tugas yang tentunya ber...