Tatkala Rasulullah saw. Dalam
perjalanan dari Mekah untuk hijrah ke Madinah, berkumpullah orang-orang
kafir Mekah di Darun Nadwah (nama tempat pertemuan) di rumah Abu Jahal.
Dalam pertemuan tersebut, diputuskan untuk mengadakan sayembara, “Barangsiapa
berhasil membawa Muhammad kepada kami, atau berhasil membawa kepalanya, kami
(tokoh kafir Quraisy) akan memberi hadiah 100 unta merah yang hitam biji
matanya.”
Kemudian, berdirilah seorang di antara
mereka, namanya Suraqah bin Malik. Ia berkata, “Aku yang sanggup membawa
Muhammad.” Setelah itu ia langsulangsung keluar untuk mengejar Rasulullah saw.
Ketika berhasil menemukan Rasulullah
saw., tanpa membuang waktu, Suraqah langsung menghunus pedangnya hendak
membunuh Rasulullah saw. Pada saat itulah, Allah Swt. menunjukkan
kekuasaan-Nya. Allah Swt. memerintahkan bumi untuk patuh kepada perintah
Rasulullah saw. Rasulullah saw. memerintahkan bumi untuk menahan Suraqah
sehingga ia dan kudanya terperosok ke dalam bumi sampai sebatas lututnya.
Ketika melihat kudanya tidak dapat
bangun, Suraqah memohon pertolongan kepada Rasulullah saw. seraya berkata,
“Wahai Muhammad, amankanlah diriku! Amankanlah diriku!” Maka, Rasulullah saw.
berdoa kepada Allah Swt. Untuk menolong Suraqah yang hampir tertelan bumi.
Akhirnya, Suraqah pun terbebas dari bahaya yang hampir merenggut nyawanya.
Setelah menyelamatkan Suraqah,
Rasulullah kembali melanjutkan perjalanannya menuju Madinah. Namun, Suraqah
kembali mengejarnya dengan pedang terhunus di tangannya. Ternyata ia masih
tetap ingin membunuh Rasulullah saw. Seperti sebelumnya, Allah pun kembali
memerintahkan bumi untuk menelan kaki kuda Suraqah. Bahkan, kini amblasnya
hingga ke batas pusarnya. Karena takut ditelan bumi, Suraqah kembali memohon
pertolongan Rasulullah saw. dengan amat memelas. “Wahai Muhammad, selamatkanlah
diriku. Aku tidak akan menyakitimu lagi setelah ini.”
Karena mendengar permohonan Suraqah
yang demikian memilukan, Rasulullah saw. pun memohon kepada Allah agar
menyelamatkan Suraqah. Setelah selamat untuk yang kedua kalinya, Suraqah
kemudian turun dari kudanya dan menghadap Rasulullah saw. untuk memohon ampun
atas perbuatan jahatnya. Dengan penuh kelembutan, Rasulullah saw. pun
memafkannya. Suraqah akhirnya menyatakan keislamannya di hadapan Rasulullah
saw.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar